artikel 'konservasi hutan'



Download pptnya disini
I.       Pendahuluan
Hutan tropis yang terdapat di Negara Indonesia terdiri dari berbagai tipe ekosistem merupakan gudang keanekaragaman hayati  lebih dari 239 jenis tumbuhan pangan (Hidayat, Zuhud, dan Hikmat, 2010). Hutan tropis bagaikan paru-paru dunia yang berperan besar terhadap kelangsungan hidup setiap makhluk hidup yang ada di bumi. Hutan tropis merupakan sumber utama yang mengatur kestabilan iklim global. Namun apa jadinya jika hutan semakin tergerus? Dapatkah kegiatan konservasi alam berperan dalam kelestarian hutan? Penurunan luas lahan hutan di Indonesia terjadi sangat cepat, terutama karena dipicu oleh naiknya populasi penduduk. Hal tersebut dapat terjadi karena pertambahan populasi penduduk berbanding lurus dengan jumlah kayu yang dibutuhkan untuk tempat tinggal penduduk tersebut.
Sementara itu luas hutan tidak bertambah dan area bekas penebangan hutan tidak direhabilitasi. Penebangan hutan yang dilakukan secara legal pun sudah banyak mengurangi populasi pohon pada hutan-hutan yang terdapat di Indonesia. Ironisnya, maraknya penebangan hutan liar juga semakin memperparah kondisi hutan-hutan yang terdapat di Indonesia. Terkait dengan hal tersebut justru belum ada nya peraturan ketat yang mengatur segala kegiatan yang berhubungan dengan penebangan hutan. Pihak pemerintah memang telah membuat peraturan khusus untuk perlindungan hutan, namun tindak lanjut dari pelanggaran yang ada belum diberikan sanksi tegas, sehingga penebangan hutan secara liar dapat terus berlangsung di Indonesia.





II.    Isi
Kondisi hutan di Indonesia cukup memprihatinkan. Banyak sekali fenomena yang terjadi pada hutan di Indonesia, di antaranya:
  1.  Saat ini diperkirakan lebih dari 51 juta m3 kayu bulat per tahun dihasilkan dari kegiatan pencurian kayu.
  2. Produksi kayu bulat yang legal (ada izin penebangannya) dari berbagai lokasi penebangan kayu di hutan-hutan Indonesia, sebanyak 12 juta m3.
  3. Industri perkayuan di Indonesia pada saat ini memerluka bahan kayu sekitar 80 juta m3 .
  4. Pencurian kayu menjadi bertambah banyak bila total volume kayu yang berhasil diselundupkan (log smuggling) (lintas perbatasan di pulau kalimantan maupun melalui jalur laut) turut di perhitungkan.
  5. Setiap tahun diperkirakan lebih dari 10 juta m3 kayu bulat dan atau kayu gergajian ukuran besar diselundupkan ke luar negeri. untuk memenuhi keperluan masyarakat Indonesia untuk membangun berbagai konstruksi bangunan, di perkirakan dibutuhkan sebanyak 25 juta m3 kayu bulat pertahun.
  6. Total kesenjangan antara pasokan dan permintaan kayu bulat per tahun diperkirakan sebanyak 86 juta m3 per tahun. Kesenjangan yang teramat sangat besar ini semuanya dipenuhi dari hasil pencurian kayu (illegal logging).
Hutan sebagai pendukung kesehatan hidup manusia yang bernilai tinggi, mulai disadari setelah hutan tropika banyak mengalami kerusakan dan kepunahan serta banyaknya timbul penyakit baru pada makhluk hidup. Fakta tersebut sangat memprihatinkan, sebab selain berpengaruh terhadap perubahan iklim global, juga dapat mengganggu ekosistem yang ada di dalam nya. Untuk meminimalisir keadaan tersebut, perlu diadakan konservasi hutan. Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam. Perlindungan hutan adalah usaha untuk mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan, yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, daya-daya alam, hama dan penyakit, serta mempertahankan dan menjaga hak-hak Negara, masyarakat dan perorangan atas hutan, kawasan hutan, hasil hutan, investasi serta perangkat yang berhubungan dengan pengelolaan hutan.
Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan, masa depan. Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Konservasi hutan meliputi pengamanan hutan, pengamanan tumbuhan dan satwa liar, pengelolaan tenaga dan sarana perlindungan hutan serta penyidikan. Konservasi hutan diselenggarakan dengan tujuan untuk menjaga hutan, kawasan hutan dan lingkungannya, sehingga hutan lestari dan fungsi-fungsi hutan dapat terwujud dengan sempuna.
Tujuan dari kegiatan konservasi, antara lain :
  1.  Memelihara dan melindungi tempat-tempat yang indah dan berharga, agar tidak hancur atau berubah sampai batas-batas yang wajar.
  2. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama, agar tidak terlantar. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama, ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan.
  3. Melindungi benda-benda cagar budaya yang dilakukan secara langsung dengan cara membersihkan, memelihara, memperbaiki, baik secara fisik maupun khemis secara langsung dari pengaruh berbagai faktor lingkungan yang merusak.
  4.  Melindungi benda-benda (dalam hal ini benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala) dari kerusakan yang diakibatkan oleh alam, kimiawi dan mikro organisme.

Hal-hal yang perlu dibenahi terkait dengan kerusakan hutan serta konservasi hutan di Indonesia antara lain:
  •    Rehabilitasi hutan alami   
  •     Rehabilitasi hutan yang telah rusak dan tidak produktif
  •     Pembangunan hutan perkebunan
  •   Konservasi sumber-sumber genetik
  •   Pengendalian penebangan liar
  • Penegakan hukum
  • Menindak tegas segala pelaku illegal logging
Konservasi hutan sebagaimana telah disebut sebagai upaya perlindungan hutan sangat perlu direalisasikan, terutama dengan kondisi hutan yang ada di Indonesia ini. Karena dengan terlaksananya konservasi hutan tersebut, maka akan didapat manfaat seperti berikut:
1.      Tercapainya keselarasan, keserasian, keseimbangan, antara manusia dan lingkungan hidup.
2.      Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup. 
3.      Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan.
4.      Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup. 
5.      Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
6.      Terlindunginya wilayah NKRI terhadap dampak usaha dan/atau kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.

III. Penutup

Konservasi merupakan upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu yaitu tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan, dan mempersiapkan regenerasi kelestarian hutan tersebut untuk masa depan. Konservasi hutan sebagaimana yang telah dijelaskan sebagai upaya perlindungan hutan harus segera direalisasikan, terutama dengan kondisi hutan yang ada di Indonesia dewsa ini. Dengan terlaksananya konservasi hutan tersebut, maka akan tercapainya keselarasan, keserasian, keseimbangan, antara manusia dan lingkungan hidup. Dalam peranan konservasi hutan bukan hanya melibatkan pemerintah saja, namun campur tangan dari masyarakat Indonesia sendiri sangat diperlukan.



Sumber:

menlh.go.id
dephut.go.id
Kompas, 18 Mei 2010

0 komentar:

Poskan Komentar